BAB l
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Landasan
teori merupakan bagian yang berisi teori-teori yang akan kita gunakan untuk
menjelaskan fenomena yang sedang kita teliti. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat
merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar
untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Ada beberapa jenis media pembelajaran yaitu, teks, media audio, media
visual, media proyeksi gerak, dan manusia.
Agar
penggunaan media pembelajaran berlangsung efektif, guru sebaiknya memahami
gaya-gaya belajar siswa, Gaya belajar adalah karakteristik kognitif, afektif
dan perilaku psikologis seorang siswa tentang bagaimana dia memahami sesuatu,
berinteraksi dan merespon lingkungan belajarnya, yang bersifat unik dan relatif
stabil.
1.2 Rumusan
Masalah
a.
Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran?
b.
Jelaskan beberapa landasan media pembelajaran?
c.
Bagaimana persamaan dan perbedaan antara media pembelajaran dengan sumber
belajar?
d.
Dan bagaimana cara agar media pembelajaran berlangsung dengan efektif?
e.
Serta apa yang dimaksud dengan sumber belajar?
1.3 Tujuan Penulisan
a.
Dapat mengetahui tentang media pembelajaran
b.
Dapat menjelaskan beberapa landasan media pembelajaran
c.
Dapat mengetahui persamaan dan perbedaan tentang media pembelajaran
dengan sumber belajar
d.
Dan dapat mengetahui cara agar media pembeljaran berlangsung dengan
efektif
e.
Serta dapat mengetahui pengertian sumber belajar
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin
medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’.
Menurut Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami
secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi
yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.
Media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan- pesan
pembelajaran. Dalam pengertian ini, guru, buku teks dan lingkungan sekolah
merupakan media.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat
merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar
untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Ada beberapa jenis media pembelajaran yaitu, teks, media audio, media
visual, media proyeksi gerak, dan manusia.
2.2 Landasan Penggunaan Media Pembelajaran
Ada beberapa
tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasasan
filosofis, psikologis, teknologis dan empiris.
1. Landasan filosofis
Menurut Daryanto (2010:12) memaparkan landasan
filosofis penggunaan media pembelajaran yaitu bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media
hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang
kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan
terjadi dehumanisasi. Bukankah dengan adanya berbagai media pembelajaran justru
siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk digunakan media yang sesuai dengan karakteristik
pribadinya? Dengan kata lain siswa dihargai harkat kemanusiaanya diberi
kebebasan untuk menentukan pilhan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan
kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting
bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru
menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,
motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain,maka
baik menggunaka media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang
dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
2. Landasan psikologis
Dengan
memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan
media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar
siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar.
Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas
dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta factor-faktor yang
berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal
agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Untuk maksud
tersebut perlu: Diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik
perhatian siswa serta memberikan kejelasan objek yang diamatinya. Bahan
pembelajaran yang diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian
psikologis menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit
ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan continuum konkret-abstrak dan
kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran.
Ada beberapa pendapat dari beberapa para ahli landasan
psikologis dalam penggunaan media pembelajaran, diantaranya:
a. Teori Perkembangan Kognitif Jean Peaget
Jean
Peaget, seorang psikolgis dan pendidik yang terkenal karena teori pembelajaran
berdasarkan tahapan-tahapan yang berbeda-beda
dalam perkembangan intelegensi anak. Kognitif adalah salah satu ranah
dalam taksonomi pendidikan. Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan
antara lain pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa, dan evaluasi.
Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan
kemampuan rasional (akal).
b. Kerucut Pengalaman Edgar Dale
Kajian
psikologis mengatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkret
ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan konkret-abstrak dan kaitannya dengan
penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat di antaranya:
o
bahwa dalam
proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran
atau film ( iconic representation of experiment) kemudian ke belajar
dengan simbol, yaitu menggunakan
kata-kata (symbolic representation ). Hal ini juga berlaku tidak hanya
untuk anak, tetapi juga untuk orang dewasa.
o
Bahwa
sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses
penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling
nyata ke yang paling abstrak.
o
Membuat
jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam
pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata,
dilanjutkan ke siswa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan
media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan
symbol. Jenjang konkrit-abstrak ini ditunjukkan dengan bagan dalam bentuk
kerucut pengalaman (cone of experiment).
3. Landasan teknologis
Teknologi
pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan,
pengelolaan, penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran
merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide,
peralatan, dan organisasi untuk menganalisis maslaha, mencari cara pemecahan,
melaksankan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam
situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam
teknologi pembelajaran, pemecahan masalahan dilakukan dalam bentuk: kesatuan
komponen-komponen system pembalajaran yang telah disusun dalm fungsi desain
atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi
system pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan,
orang, bahan, media, peralatan, teknik dan latar.
4. Landasan empiris
Temuan-temuan
penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media
pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar
siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar
dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe
atau gaya belajarnya. Siswa yang memilih tipe belajar visual akan
lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti
gambar, diagram, video, atua film. Sementara siswa yang memilih tipe belajar
auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman
suara, atau ceramah guru. Akan kebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua
tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan
rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan
atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara
karakteristik pebelajaran, karakteristik media pelajaran, dan karakteristik
media itu sendiri.
Agar
penggunaan media pembelajaran berlangsung efektif, guru sebaiknya memahami
gaya-gaya belajar siswa, Gaya belajar adalah karakteristik kognitif, afektif
dan perilaku psikologis seorang siswa tentang bagaimana dia memahami sesuatu,
berinteraksi dan merespon lingkungan belajarnya, yang bersifat unik dan relatif
stabil. Adapun gaya-gaya belajar siswa menurut para ahli sebagai berikut:
a. Gaya belajar menurut David Kolb
David
Kolb mengklasifikasikan gaya belajar siswa ke dalam empat kecenderungan utama
yaitu:
o Concrete Experience (CE)
o Abstract conceptualization (AC)
o Reflective observation (RO)
o Active experimentation (AE)
b. Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestik
Secara umum
ada tiga macam gaya belajar, yaitu:
o
Gaya
belajar visual, gaya belajar ini menitikberatkan melalui apa yang dilihat. Bagi
siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata
atau penglihatan (visual). Gaya belajar yang bersifat ekternal, ia menggunakan
materi atau media yang bisa dilihat. Materi atau media yang digunakannya berupa
buku, poster, majalah dan lain-lain. Sedangkan gaya belajar yang bersifat
internal adalah menggunakan imajinasi sebagai sumber informasi. Ciri-ciri
belajar visual adalah mengingat dengan mudah apa yang dilihat, mempunyai
masalah untuk dengan intruksi lisan,pembaca cepat dan tekun dan lain-lain.
o
Gaya
Belajar Auditori, Gaya belajar ini cendrung menggunakan pendengaran atau audoi
sebagai sarana dalam melakukan pembelajaran. Gaya belajar auditori yang bersifat ekternal adalah dengan mengeluarkan
suara. Sedangkan gaya belajar yang bersifat internal adalah memerlukan suasana
yang tenang atau hening sebelum mempelajari sesuatu. Ciri-ciri gaya belajar
auditorial adalah bicara pada diri sendiri pada saat bekerja, sulit menulis
tapi mudah bercerita dan lain-lain.
o
Gaya
Belajar Kinestik, Orang yang bergaya belajar kinestik belajar melalui
gerakan-gerakan sebagai sarana memasukkan informasi ke dalam otaknya. Gaya
belajar jenis ini yang bersifat ekternal adalah melibatkan kegiatan fisik,
membuat model, memainkan peran, berjalan dan sebagainya. Sedangkan gaya belajar
yang bersifat internal lebih menekankan pada kejelasan makna dan tujuan sebelum
mempelajari sesuatu hal. Ciri-ciri gaya belajar ini adalah berbicara dengan
perlahan, menanggapi perhatian fisik, menyentuh orang untuk mendapat perhatian
dan lain-lain.
2.3 Sumber
Belajar
Menurut
Januszewski dan Molenda, 2008:213 istilah sumber belajar dipahami
sebagai perangkat, bahan(materi), peralatan, pengaturan, dan orang dimana
pembelajaran dapat berinteraksi dengannya yang bertujuan untuk menfasilitasi
belajar dan memperbaiki kinerja. Menurut
Seels dan Richey, 1994: 12, menyatakan bahwa sumber belajar adalah sumber-sumber yang
mendukung belajar termasuk sistem penunjang, materi, dan lingkungan
pembelajaran.
Sumber disini
bukan hanya terbatas pada peralatan dan bahan yang digunakan dalam proses belajar dan mengajar, melainkan juga orang,
anggaran dan fasilitas. Sumber belajar disini mencakup semua yang tersedia
untuk membantu individu belajar dan menunjukkan kemampuan kompetensinya.
Berdasarkan definisi sumber belajar diatas, maka media pembelajaran
dan sumber belajar memiliki persamaan di suatu sisi dan juga perbedaan di sisi lain.
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
a.
Sumber belajar yang dirancang (learning
resources by design), yakni sumber
belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai
komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah
dan bersifat formal.
b.
Sumber belajar yang
dimanfaatkan(learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain
khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan,
diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran [1]
Macam-macam
Sumber Belajar Paling Efektif,
diantaranya:
a. Pesan:
informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya.
b.
Orang: guru, instruktur, siswa,
ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan
sebagainya.
c.
Bahan: buku, film, slides, gambar,
grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan
sebagainya.
d.
Alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer,
radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis.
e.
Pendekatan/ metode/ teknik: diskusi,
pemecahan masalah, permainan, percakapan biasa, diskusi.
BAB lll
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Media adalah alat yang
menyampaikan atau mengantarkan pesan- pesan pembelajaran. Dalam pengertian ini,
guru, buku teks dan lingkungan sekolah merupakan media.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat
merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar
untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Ada beberapa jenis media pembelajaran yaitu, teks, media audio, media
visual, media proyeksi gerak, dan manusia. Ada beberapa landasan pengunaan
media pembelajaran diantaranya landasan filosofis, landasan psikologis,
landasan teknologi dan landasan empiris.
Adapun gaya-gaya belajar siswa menurut para ahli
sebagai berikut: Gaya belajar menurut David Kolb dan gaya belajar visual,
auditori, dan kinestik. Menurut Seels
dan Richey, 1994: 12, menyatakan bahwa
sumber belajar adalah sumber-sumber yang mendukung belajar termasuk
sistem penunjang, materi, dan lingkungan pembelajaran.
3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini diharapkan
bisa memahami tentang landasan teoritis penggunaan media pembelajaran dan
sumber belajar. Jikalau ada yang kurang berkenan bagi para membaca maka kami
berharap agar mendapat kritikan atau masukan untuk dapat membuat makalah ini menjadi
bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada.
Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran Edisi Revisi. Jakarta:
Rajawali Pers.